
Kelompok : Astuti, Dini , Erni, kiki, utri, sarah, ulfa
PERTAMA PRESENTASI : Menjelaskan tentang konsep kebidanan dalam masa persalinan dan faktor – faktor yg mempengaruhi persalinan
Tahapan persalinan (kala)
ASUHAN KEPERAWAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN..
TANDA PERSALINAN :
• KELUAR LENDIR BERCAMPUR DARAH (BLOODY SHOW)
• TERDAPAT HIS YANG ADEKUAT DAN TERATUR
• TERDAPAT PEMBUKAAN/DILATASI SERVIKSPENGKAJIAN
• DATA UMUM
• DATA UMUM KESEHATAN
• RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN SEBELUMNYA
• DATA PSIKOSOSIAL
• KEHAMILAN DAN PERSALINAN SAAT INI : PF, KHUSUS, LABPROSES PERSALINAN :
• PERUBAHAN PADA SISTEM REPRODUKSI
• TAHAP PERSALINAN
• MEKANISME PERSALINANPERUBAHAN PADA SISTEM REPRODUKSI :
LIGHTENING : PROSES TURUNNYA KEPALA (PRESENTASI) KE PANGGUL SEJATI BERTAHAP GANGGUAN BERKEMIH
BLOODY SHOW
• KONGESTI SELAPUT LENDIR VAGINA
• SERVIKS MATUR (LUNAK), TIPIS, DILATASI
• KADANG DISERTAI KETUBAN PECAH SPONTANTAHAP PERSALINAN
o TAHAP I (KALA I) :
SEJAK TERJADI KONTRAKSI UTERUS YANG TERATUR (HIS SEJATI) SAMPAI DILATASI SERVIKS LENGKAP
PRIMIGRAVIDA : 6-18 JAM
MULTIPARA : 2-10 JAMPENCATATAN PADA
PARTOGRAF
• KETUBAN PECAH
• DJJ
• PENYUSUPAN KEPALA
• PEMBUKAAN SERVIKS
• TURUNNYA KEPALA
• KONTRAKSI UTERUS
• OKSITOSIN/PENGOBATAN YANG LAIN
• TTV
• URIN
• KALA PEMBUKAAN SERVIKSKALA I
DIBAGI 2 BAGIAN :
o FASE LATEN
o FASE AKTIFFASE LATEN
• EFFACEMENT BANYAK MENGALAMI KEMAJUAN DARIPADA PENURUNAN JANIN
• KONTRAKSI MASIH TAK TERATUR DAN LEMAHTANDA-TANDA KLINIK
• NYERI HIS HEBAT
• INGIN MENGEJAN
• DARAH LENDIR TAMBAH BANYAK
• KETUBAN PECAH
• PERASAAN MAU BAB
• HEMOROID FISIOLOGIK TAMPAKPENGKAJIAN KALA I
• PEMERIKSAAN FISIK
• TTV
• AUSKULTASI DJJ
• KONYRAKSI UTERUS, DILATASI SERVIKS, PENURUNAN PRESENTASI TERENDAH
• PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
• PERINEUMMASALAH KEPERAWATAN
• CEMAS
• KURANG PENGETAHUAN/ INFORMASI
• KURANGNYA VOLUME CAIRAN
• NYERIINTERVENSI
• PENYULUHAN ADEKUAT DAN RELEVAN
• TEKNIK RELAKSASI
• MENINGKATKAN ASUPAN/INTAKE PER ORAL
• SUPPORT KELUARGA DAN PETUGASKALA II
•KALA PENGELUARAN JANIN DENGAN VT : SERVIKS MEMBUKA LENGKAP
•DIAWALI DENGAN DILATASI SERVIKS DAN DIAKHIRI DENGAN KELAHIRAN BAYI
•KONTRAKSI SANGAT KUAT
•MERANGSANG SENSASI UNTUK MENGEJAN
•WAKTU : 30 MENIT-3 JAM (PRIMI)
: 5MENIT-30 MENIT (MULTI)PENGKAJIAN KALA III
• HASIL PEMERIKSAAN DALAM
• TANDA-TANDA KALA II, TTV
• RESPON KLIEN
• KOPING KLIEN SELAMA KONTRAKSIPENGKAJIAN
• PERDARAHAN
• KEBUTUHAN CAIRAN PADA IBU
• KELAINAN KONGENITAL YANG TERLIHAT PADA IBU
• RESIKO TRAUMA PADA BAYI
• HASIL PERIKSA DALAM
• TANDA-TANDA KALA II, TTV
• RESPON KLIEN
• KOPING KLIEN SELAMA KONTRAKSIMASALAH KEPERAWATAN
• POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF
• CEMAS
• PENURUNAN CURAH JANTUNG
• NYERI
• TIDAK EFEKTIFNYA KOPING INDIVIDUINTERVENSI UMUM
KALA II
• PEMERIKSAAN FISIK, TTV
• UPAYA MENERAN
• KEADAAN PSIKOLOGIS
• KEBUTUHAN KHUSUS
• PERINEUM
• KARAKTERISTIK BAYI BARU LAHIR
• MATHERNAL-INFANT BONDING (MODEL KANGGURU)KALA III
• BERLANGSUNG SEJAK JANIN LAHIR SAMPAI PLASENTA LAHIR
• HANYA BEBERAPA MENIT SETELAH BAYI LAHIR, PLASENTA BARU LAHIR : 45-60 MENITPENGKAJIAN
• KONTRAKSI UTERUS
• TANDA-TANDA PERDARAHAN
• LASERASI JALAN LAHIR
• KEBUTUHAN CAIRAN DAN NUTRISI PADA IBU
• KEHANGATAN BAYI
LAHIRNYA PLASENTA :
1. PELEPASAN PLASENTA DARI DINDING UTERUS KE DALAM SBR
2. PENGELUARAN PLASENTA YANG SESUNGGUHNYA DARI JALAN LAHIR TANDA PELEPASAN PLASENTA
• KELUARNYA DARAH DARI VAGINA SEKONYONG-KONYONG
• TALI PUSAT BERTAMBAH PANJANG
• UTERUS MENJADI KERAS DAN BULATCARA/METODE PENGELUARAN PLASENTA
METODE DUNCAN
• APABILA PERMUKAAN MATERNAL YANG KASAR KELUAR LEBIH DAHULU
• KESELURUHAN PLASENTA TERPISAH
• TIDAK TERDAPAT GUMPALAN DARAH
• PLASENTA DENGAN MUDAH KELUARMETODE SCHULZE
• AKAR PLASENTA/VILI RUNTUH DARI ENDOMETRIUM, MEMISAHKAN PLASENTA DARI UTERUS
• UJUNG TETAP MELEKAT, TERKUMPUL DARAH DI BELAKANG PLASENTA
• PLASENTA RUNTUH, SEMPROTAN DARAH, PERMUKAAN KELUAR SEPERTI PAYUNGPELEPASAN DAN PENGELUARAN PLASENTA YANG LAMA
1. PLASENTA SUDAH TERLEPAS TETAPI TERCEKAM DI DALAM UTERUS OLEH SERVIKS
2. PLASENTA TIDAK TERLEPAS SELURUHNYA
3. PLASENTA SAMA SEKALI BELUM TERLEPAS
4. PLASENTA ACCRETAPENGKAJIAN KALA III
• PEMERIKSAAN FISIK, TTV
• TANDA-TANDA KALA II
• KARAKTERISTIK PELEPASAN PLASENTA
• PERDARAHAN
• KONTRAKSI UTERUS
• KEADAAN PSIKOLOGIS
• KEBUTUHAN KHUSUS KLIENINTERVENSI
• KEBERSIHAN PERSONAL
• PERAWATAN PRIMER
• PERTOLONGAN KELAHIRAN PLASENTA DENGAN CARA YANG BENAR
• PERTAHANKAN PRIVACY
• PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN
• BONDING ATTACHMENTKALA IV
• MASA PEMULIHAN YANG TERJADI SEGERA JIKA HOMEOSTASIS BERLANGSUNG DENGAN BAIK (2JAM PP)
• PERIODE PENTING UNTUK MEMANTAU ADANYA KOMPLIKASIMASALAH KEPERAWATAN
• RISIKO KURANGNYA VOL CAIRAN
• RETENSIO URINE
• NYERI
• RISIKO CEDERA
• RISIKO PERUBAHAN MENJADI ORTU
• PERUBAHAN PROSES KELUARGA
• TIDAK EFEKTIFNYA MENYUSUIPENGKAJIAN
• KONTRAKSI UTERUS
• TANDA PERDARAHAN
• LOKHEA/PENGELUARAN PERVAGINAM
• TTV
• PERSIAPAN LAKTASI
• PSIKOLOGIS TERHADAP PENERIMAAN BAYI (KONDISI BAYI, SEX)
• BAKINTERVENSI
• MENCEGAH TERJADINYA PERDARAHAN
• MEMENUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN NUTRISI
• MEMENUHI KEBUTUHAN PERSONAL HIGIENE
• MENCEGAH DISTENSI KANDUNG KEMIH
• MEMPERTAHANKAN KENYAMANAN DAN KEAMANAN
• MEMENUHI KEBUTUHAN BONDING
ATTACHMENT
Tiga Tahap Persalinan Normal
Rate This
by dr SalmaProses kelahiran bayi yang berlangsung normal dibagi dalam tiga tahap atau kala. Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui proses tersebut agar Anda bisa menyikapinya secara tepat.
Tahap pertama (pembukaan)
· Tahap ini merupakan yang paling lama, dimulai dari kontraksi sampai saluran rahim terbuka penuh oleh kepala bayi. Pada persalinan pertama, prosesnya bisa lebih dari 18 jam, sementara pada persalinan kedua dan seterusnya antara 2-3 jam.
· Kontraksi yang lemah namun teratur dimulai dari bagian atas rahim ke bawah sampai vagina, biasanya diawali dengan nyeri di punggung terus menjalar menjadi seperti kram di perut bawah.
· Sedikit demi sedikit kontraksi akan semakin seringdan kencang untuk mengeluarkan mendesak kepala bayi ke mulut rahim. Setiap kontraksi berlangsung 30 sampai 60 detik. Jarak antar kontraksi adalah 10-20 menit. Rasa sakit menghilang setiap kali rahim mengendor.
· Mulut rahim menjadi lunak, tipis dan melebar sehingga memudahkan bayi keluar dari rahim.
· Sedikit cairan dan darah biasanya ikut menyertai proses persalinan, sebelum akhirnya pecah air ketuban.
Tahap kedua (mengedan)
· Tahap dari pembukaan penuh sampai bayi lahir. Dalam tahap ini bayi lahir melalui mulut rahim ke vagina, lalu dikeluarkan. Tahap ini biasanya berlangsung kurang dari satu jam untuk persalinan pertama. Pada persalinan kedua, hanya sekitar 20 menit.
· Ibu akan merasakan keinginan untuk mengedan (menekan otot perut) dan merasakan sensasi seperti orang yang ingin buang air besar. Semakin lama, dorongan mengedan itu akan semakin kuat dan sering. Bayi lalu akan keluar melalui mulut rahim.
· Pada posisi normal di mana kepala keluar terlebih dahulu, kepala bayi berfungsi sebagai pembuka jalan. Dengan demikian, bayi dapat bernafas bahkan sebelum seluruh badan keluar dari rahim.
Tahap ketiga (plasenta)
· Pada tahap ini plasenta (jawa: ari-ari) akan terlepas dari dinding rahim. Prosesnya biasanya terjadi 15-20 menit setelah kelahiran bayi.
· Kontraksi rahim yang keras terus berlanjut setelah kelahiran bayi dan akan menekan pembuluh darah, mengurangi perdarahan dan menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim.
Kala IV
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (Mochtar, 2002).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup di luar uterus melalui vagina ke dunia luar. Persalinan normal atau persalinan spontan adalah bila bayi lahir dengan letak belakang kepalatanpa melalui alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam (Wiknjosastro, 2002).
Kesimpulan : persalinan adalah proses pengeluaran konsepsi yang telah cukup bulan melalui jalan lahir atau jalan lainnya, dengan bantuan atau tanpa bantuan.
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup di luar uterus melalui vagina ke dunia luar. Persalinan normal atau persalinan spontan adalah bila bayi lahir dengan letak belakang kepalatanpa melalui alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam (Wiknjosastro, 2002).
Kesimpulan : persalinan adalah proses pengeluaran konsepsi yang telah cukup bulan melalui jalan lahir atau jalan lainnya, dengan bantuan atau tanpa bantuan.
untuk presentasi
KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DALAM PROSES PERSALINAN
TAHAPAN PERSALINAN (KALA)
Pengetrian Persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (Mochtar, 2002).
Fisiologi Persalinan Normal
Kehamilan secara umum ditandai dengan aktivasi otot polos miometrium yang relatif tenang yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin sampai dengan kehamilan aterm. Menjelang persalinan, otot polos uterus mulai menunjukan aktivitas kontraksi secara terkoordinasi, diselingi dengan suatu periode relaksasi, dan mencapai puncaknya menjelang persalinan, serta secara berangsur menghilang pada periode postpartum. Mekanisme regulasi yang mengatur aktivasi kontraksi miometrium selama kehamilan, persalinan dan kelahiran, sampai saat ini masih belum jelas benar.
Tanda persalinan :
• Keluar lendir bercampur darah (bloody show)
• Terdapat his yang adekuat dan teratur
• Terdapat pembukaan/dilatasi serviks
Proses persalinan
• Perubahan pada sistem reproduksi
• Tahap persalinan
• Mekanisme persalinan
- Kala I : Pembukaan Sevik – 10 cm (lengkap)
- Kala II : Pengeluaran janin
- Kala III : Pengeluaran & pelepasan plasenta
- Kala IV : dari lahirnya uri selama 1 – 2 jam
Tahapan Persalinan
KALA I
Kala I atau kala pembukaan adl periode persalinan yg dimulai dari his persalinan yg pertama sampai pembukaan serviks menjadi lengkap. Pada primigravida kala I berlangsung 13 jam sedangkan multigrafida kira-kira 7 jam. Berdasarkan kemajuan pembukaan maka kala I dibagi menjadi
a. Fase laten, yaitu fase pembukaan yg sangat lambat ialah dari 0 sampai 3 cm yang membutuhkan waktu 8 jam
b. Fase aktif yaitu fase pembukaan yang lebih cepat yang terbagi lagi menjadi
1. Fase Accelerasi (fase percepatan), dari pembukaan 3 cm sampai 4 cm yg dicapai dalam 2 jam
2. Fase Dilatasi Maksimal, dari pembukaan 4 cm sampai 9 cm yang dicapai dalam 2 jam
3. Fase Deselerasi (kurang nya kecepatan), dari pembukaan 9 cm sampai 10 cm selama 2 jam
· Tahap ini merupakan yang paling lama, dimulai dari kontraksi sampai saluran rahim terbuka penuh oleh kepala bayi. Pada persalinan pertama, prosesnya bisa lebih dari 18 jam, sementara pada persalinan kedua dan seterusnya antara 2-3 jam.
· Kontraksi yang lemah namun teratur dimulai dari bagian atas rahim ke bawah sampai vagina, biasanya diawali dengan nyeri di punggung terus menjalar menjadi seperti kram di perut bawah.
· Sedikit demi sedikit kontraksi akan semakin seringdan kencang untuk mengeluarkan mendesak kepala bayi ke mulut rahim. Setiap kontraksi berlangsung 30 sampai 60 detik. Jarak antar kontraksi adalah 10-20 menit. Rasa sakit menghilang setiap kali rahim mengendor.
· Mulut rahim menjadi lunak, tipis dan melebar sehingga memudahkan bayi keluar dari rahim.
· Sedikit cairan dan darah biasanya ikut menyertai proses persalinan, sebelum akhirnya pecah air ketuban.
Pencatatan pada partograf
o ketuban pecah
o djj
o penyusupan kepala
o pembukaan serviks
o Turunnya kepala
o Kontraksi uterus
o Oksitosin/pengobatan yang lain
o TTV
o Urin
o Kala pembukaan serviks
Tanda-tanda klinik
o Nyeri his hebat
o Ingin mengejan
o Darah lendir tambah banyak
o Ketuban pecah
o Perasaan mau bab
o Hemoroid fisiologik tampak
Pengkajian kala I
o Pemeriksaan fisik
o Ttv
o Auskultasi djj
o Konyraksi uterus, dilatasi Serviks, penurunan presentasi Terendah
o Pemeriksaan tanda-tanda
o Perineum
Masalah keperawatan
o Cemas
o kurang pengetahuan/Informasi
o kurangnya volume cairan
o nyeri
o Intervensi
o penyuluhan adekuat dan
o Relevan
o teknik relaksasi
o meningkatkan asupan/intake
o Per oral
o support keluarga dan
o Petugas
KALA II ( Kala pengeluaran janin)
Kala II atau kala pengeluaran adalah periode persalinan yang dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi pada primigravida berlangsung: 1 - 1 ½ jam dan pada multigravida : ½ - 1 jam
· Tahap dari pembukaan penuh sampai bayi lahir. Dalam tahap ini bayi lahir melalui mulut rahim ke vagina, lalu dikeluarkan. Tahap ini biasanya berlangsung kurang dari satu jam untuk persalinan pertama. Pada persalinan kedua, hanya sekitar 20 menit.
· Ibu akan merasakan keinginan untuk mengedan (menekan otot perut) dan merasakan sensasi seperti orang yang ingin buang air besar. Semakin lama, dorongan mengedan itu akan semakin kuat dan sering. Bayi lalu akan keluar melalui mulut rahim.
· Pada posisi normal di mana kepala keluar terlebih dahulu, kepala bayi berfungsi sebagai pembuka jalan. Dengan demikian, bayi dapat bernafas bahkan sebelum seluruh badan keluar dari rahim.
Pengkajian kala II
o Hasil pemeriksaan dalam
o tanda-tanda kala ii, ttv
o respon klien
o koping klien selama kontraksipengkajian perdarahan
o kebutuhan cairan pada ibu
o kelainan kongenital yang terlihatpada ibu
o resiko trauma pada bayi
o hasil periksa dalam
o tanda-tanda kala ii, ttv
o respon klien
o koping klien selama kontraksi
Masalah keperawatan
o pola napas tidak efektif
o cemas
o penurunan curah jantung
o nyeri
o tidak efektifnya kopingindividu
Intervensi umum kala II
o pemeriksaan fisik, ttv
o upaya meneran
o keadaan psikologis
o kebutuhan khusus
o perineum
o karakteristik bayi baru lahir
o mathernal-infant bonding (model kangguru)
KALA III
Kala III atau kala uri adalah periode persalinan yang dimulai dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta. Berlangsung 6 – 15 menit setelah janin keluar
· Pada tahap ini plasenta (jawa: ari-ari) akan terlepas dari dinding rahim. Prosesnya biasanya terjadi 15-20 menit setelah kelahiran bayi.
· Kontraksi rahim yang keras terus berlanjut setelah kelahiran bayi dan akan menekan pembuluh darah, mengurangi perdarahan dan menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim.
Pengkajian
o kontraksi uterus
o tanda-tanda perdarahan
o laserasi jalan lahir
o kebutuhan cairan dan nutrisi pada ibu
o kehangatan bayi
Lahirnya plasenta :
1. Pelepasan plasenta dari dinding uterus ke dalam sbr
2. Pengeluaran plasenta yang sesungguhnya dari jalan lahir
Tanda pelepasan plasenta :
• keluarnya darah dari vagina sekonyong-konyong
• tali pusat bertambah panjang
• uterus menjadi keras danbulatcara/metode pengeluaran plasenta
metode duncan
• apabila permukaan maternalyang kasar keluar lebih dahulu
• keseluruhan plasenta terpisah
• tidak terdapat gumpalan darah
• plasenta dengan mudah keluar
metode schulze
• akar plasenta/vili runtuh dariendometrium, memisahkan plasenta dari uterus
• ujung tetap melekat, terkumpuldarah di belakang plasenta
• plasenta runtuh, semprotan darah,permukaan keluar seperti payung
Pelepasan dan pengeluaran plasenta yang lama :
1. Plasenta sudah terlepas tetapitercekam di dalam uterus oleh serviks
2. Plasenta tidak terlepas seluruhnya
3. Plasenta sama sekali belum terlepas
4. Plasenta accreta
Pengkajian kala III
Pemeriksaan fisik, ttv
Tanda-tanda kala III
o Karakteristik pelepasan plasenta
o Perdarahan
o Kontraksi uterus
o Keadaan psikologis
o Kebutuhan khusus klienintervensi
o Kebersihan personal
o Perawatan primer
o Pertolongan kelahiran plasentadengan cara yang benar
o Pertahankan privacy
o Pemenuhan kebutuhan cairan
o Bonding attachment
KALA IV
Merupakan masa 1 – 2 jam setelah plascenta lahir. Kala ini penting untuk menilai banyaknya perdarahan (max 500cc) dan baik tidaknya kontraksi uterus.
Masalah keperawatan
o risiko kurangnya vol cairan
o retensio urine
o nyeri
o risiko cedera
o risiko perubahan menjadi ortu
o perubahan proses keluarga
o tidak efektifnya menyusui pengkajian
o kontraksi uterus
o tanda perdarahan
o lokhea/pengeluaran pervaginam
o ttv
o persiapan laktasi
o psikologis terhadap penerimaan bayi (kondisi bayi, sex)
o bakintervensi
o mencegah terjadinya perdarahan
o memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi
o memenuhi kebutuhan personal higiene
o mencegah distensi kandung kemih
o mempertahankan kenyamanan dan keamanan
o memenuhi kebutuhan bonding attachment
Tidak ada komentar:
Posting Komentar